11. Teknologi Informasi Auditing
Teknologi
Informasi Auditing
Pada dasarnya, Audit TI dapat dibedakan
menjadi dua kategori, yaitu Pengendalian Aplikasi (Application Control) dan
Pengendalian Umum (General Control). Tujuan pengendalian umum lebih menjamin
integritas data yang terdapat di dalam sistem komputer dan sekaligus meyakinkan
integritas program atau aplikasi yang diguna-kan untuk melakukan pemrosesan
data. Sementara, tujuan pengendalian aplikasi dimaksudkan untuk memastikan
bahwa data di-input secara benar ke dalam aplikasi, diproses secara benar, dan
terdapat pengendalian yang memadai atas output yang dihasilkan.
Dalam audit terhadap aplikasi,
biasanya, pemeriksaan atas pengendalian umum juga dilakukan mengingat
pengendalian umum memiliki kontribusi terhadap efektifitas atas
pengendalian-pengendalian aplikasi.
Dalam praktiknya, tahapan-tahapan dalam
audit system informasi tidak berbeda dengan audit pada umumnya. Tahapan
perencanaan, sebagai suatu pendahuluan, mutlak perlu dilaku-kan agar auditor
mengenal benar objek yang akan diperiksa. Di samping, tentunya, auditor dapat
memastikan bahwa qualified resources sudah dimiliki, dalam hal ini aspek SDM
yang berpengalaman dan juga referensi praktik-praktik terbaik ( best practices
). Tahapan perencanaan ini akan menghasilkan suatu pro-gram audit yang didesain
sedemikian rupa, sehingga pelaksanaannya akan berjalan efektif dan efisien, dan
dilakukan oleh orang-orang yang kompeten, serta dapat dise-lesaikan dalam waktu
sesuai yang disepakati.
Dalam
pelaksanaannya, auditor system informasi mengumpulkan bukti-bukti yang memadai
melalui berbagai teknik termasuk survei, interview, observasi dan review
dokumentasi (termasuk review source-code bila diperlukan).
Satu hal yang unik, bukti-bukti audit
yang diambil oleh auditor biasanya mencakup pula bukti elektronis (data dalam
bentuk file softcopy). Biasanya, auditor system informasi menerapkan teknik
audit berbantuan komputer, disebut juga dengan CAAT (Computer Aided Auditing Technique).
Teknik ini digunakan untuk menganalisa data, misalnya saja data transaksi
penjualan, pembelian, transaksi aktivitas persediaan, aktivitas nasabah, dan
lain-lain.
Sesuai dengan standar auditing ISACA
(Information Systems Audit and Control Association), selain melakukan pekerjaan
lapangan, auditor juga harus menyusun laporan yang mencakup tujuan pemeriksaan,
sifat dan kedalaman pemeriksaan yang dilakukan. Laporan ini juga harus
menyebutkan organisasi yang diperiksa, pihak pengguna laporan yang dituju dan
batasan-batasan distribusi laporan. Laporan juga harus memasukkan temuan,
kesimpulan, rekomendasi sebagaimana layaknya lapor-an audit pada umumnya
.
.
1
KONSEP – KONSEP AUDITING
Berbagai metode yang digunakan oleh
auditor-auditor yang terlatih untuk memastikan kebenaran pengolahan data dengan
menggabungkan atau mengkombinasikan pengendalian pengolahan data dan metode
audit akuntansi yang tradisional.
Berikut
adalah konsep-konsep auditing PDE :
- Evidence
- Due Audit Care
- Fair Presentation
- Independence, dan
- Ethical Conduct
Masing-masing
konsep ini menempati posisi yang cukup penting dalam struktur dari teori
auditing.
2
TEKNOLOGI PDE AUDITING
Audit teknologi informasi PDE auditing
adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi
informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan
bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan
pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal
dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi
secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan
sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi
informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah
aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan
integratif dalam mencapai target organisasinya.
3
JENIS JENIS AUDIT PDE
1. Systems and Applications
Pemrosesan data melalui aplikasi
perangkat lunak komputer yang dikelola melalui suatu system.Sehingga proses
auditnya sendiri akan meliputi verifikasi terhadap system untuk memastikan
kebenaran, kehandalan, kecepatan maupun keamanan pada saat pengiriman,
pemrosesan serta pengeluaran informasi di setiap tingkatan kegiatan sistem.
2. Information Processing Facilities
Merupakan
komponen yang terkait dengan fasilitas-fasilitas yang digunakan untuk mengolah
informasi di suatu organisasi. Biasanya ini terkait dengan perangkat keras
seperti misalkan scanner, komputer server, formulir, dsb.
3. Systems Development
Adalah
bagian dari proses pembangunan maupun pengembangan dari sistem yang sudah ada
dalam suatu organisasi sesuai tujuan-tujuan aktivitasnya.
4. Management of IT and Enterprise
Architecture
Pengelolaan
atas teknologi informasi serta arsitektur seluruh lingkup internal organisasi
yang disesuaikan dengan struktur dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen
Hal tersebut memerlukan proses audit yang dilaksanakan untuk memastikan apakah
segenap lingkungan/komponen organisasi dalam pemrosesan informasinya dilakukan
secara terkendali dan efisien.
5.
Client/Server, Telecommunications, Intranets, and Extranets
Komputer,
peralatan telekomunikasi, sistem jaringan komunikasi data elektronik
(intranet/extranet) serta perangkat-perangkat keras pengolahan data elektronik
lainnya adalah komponen dari sebuah teknologi informasi.

Posting Komentar