A. Pengertian
Jika kita berbicara tentang keamanan sistem informasi, selalu kata kunci yang dirujuk adalah pencegahan dari kemungkinan adanya virus, hacker, cracker dan lain-lain. Padahal berbicara masalah keamanan sistem informasi maka kita akan berbicara kepada kemungkinan adanya resiko yang muncul atas sistem tersebut (lihat tulisan strategi pendekatan manajemen resiko dalam pengembangan sistem informasi). Sehingga pembicaraan tentang keamanan sistem tersebut maka kita akan berbicara 2 masalah utama yaitu :
- Threats (Ancaman) atas sistem dan
- Vulnerability (Kelemahan) atas sistem
Masalah tersebut pada gilirannya berdampak kepada 7 hal yang utama dalam sistem informasi yaitu :
- Efektifitas
- Efisiensi
- Kerahaasiaan
- Integritas0
- Keberadaan (availability)
- Kepatuhan (compliance)
- Keandalan (reliability)
Untuk menjamin hal tersebut maka keamanan sistem informasi baru dapat terkriteriakan dengan baik. Adapun kriteria yag perlu di perhatikan dalam masalah keamanan sistem informasi membutuhkan 10 domain keamanan yang perlu di perhatikan yaitu :
-Akses kontrol sistem yang digunakan
-Telekomunikasi dan jaringan yang dipakai
-Manajemen praktis yang di pakai
-Pengembangan sistem aplikasi yang digunakan
-Cryptographs yang diterapkan
-Arsitektur dari sistem informasi yang diterapkan
-Pengoperasian yang ada
-Busineess Continuity Plan (BCP) dan Disaster Recovery Plan (DRP)
-Kebutuhan Hukum, bentuk investigasi dan kode etik yang diterapkan
-Tata letak fisik dari sistem yang ada
Dari domain tersebutlah isu keamanan sistem informasi dapat kita klasifikasikan berdasarkan ancaman dan kelemahan sistem yang dimiliki.

