wanita penghibur II

Dengan tangan terkepal dia tegar
Dan siap melawan keras nya arti hidup
Dengan Bibir yang bergetar dia tetap
Berbisik kepada angin, berharap
Doanya didengar oleh yang kuasa

Segala ocehan dan cemohan  yang datang
Seolah menusuk-nusuk pendengarannya
Dan segala celoteh yang aku dengar
Seolah-oalah memerkosa batin ku
Itulah kata-kata yang sering
Terlontar dari hatinya bersamaan dengan Gumpalan asap rokok nya



 “Angkat kepalamu lihat sekelilingmu,
Apa lagi yang kau nanti…?
Tinggal kan lembah itu, walau kau sudah jatuh terlalu dalam ,
Waktu masih menunggumu untuk lepas dari jeratan ini “
Ucapan itu selalu ada di sekitar ku,
Ceritanya di malam itu,

Kemudian keselatan dia berjalan,
Sambil memunguti daun-daun yang berguguran,
Mereka terbawa angin,
Kucoba tuk mengerti semua arti perjalanan ini

Tak ada kata dan suara
Tak ada bau dan aroma
Semua dalam belenggu diri sendiri
Tapi aku kan tetap menahan rintih dari segala luka

Kepada gunung aku telah mengadu..!
Kepada ombak aku telah berteriak..!
Kepada angin aku telah berbisik..!
Kepada cermin aku telah bercerita..!

Kemana lagi arah yang harus kutempuh..?


Dan dia pun tetap berjuang, melawan waktu yang terus  menguliti jiwanya,
Dan terus mencoba mengubur segala kenangan pahit  yang pernah
Menghampiri masa lalu nya..!

Dan,....
Dengan tangan terkepal dia tetap berjalan…………

0 komentar:

Posting Komentar